Tajdid Niat

Tulislah perkara yang baik-baik, I’Allah orang lain akan dapat manfaatnya.

Thursday, December 26, 2013

Jom teliti balik masa kita kemana agaknya ye?


Alhamdulillah. bertemu lagi kita. maaflah agak sibuk kebelakangan ini. 
berhabuk sudah blog mimi. huhu. 

I'Allah, hari ini perkongsian tentang masa. penelitian tentang aktiviti seharian kita. kadang-kadang terasa betul dengan masa kan? Tapi betul ke masa kita tu terguna?
untuk benda-benda yang baik?
 
kerana jika betul begitu, kita tentu dapat urus masa dengan baik, kan?

“Semakin banyak waktu yang dihabiskan untuk hal-hal yang positif, Allah akan berikan kemampuan pengurusan yang baik”.

cuba kita hayati kisah perjuangan nabi sulaiman as.

Allah menganugrahkan Nabi Sulaiman AS dengan nikmat-nikmat yang luar biasa banyak. Allah anugrahinya kemampuan, tidak hanya untuk memimpin para manusia, tapi turut mengawal jin, haiwan, angin dll. Selain itu, Nabi pun memiliki ratusan isteri yang menemaninya. bayangkan, bagaimana Nabi dapat mengatur waktunya yang hanya 24 jam untuk semua itu? Wallahua’lam.

Berjuang itu tidak mudah. Banyak masa kita terkorban.

Kembali lagi kepada kehidupan kita sekarang yang penuh dengan beragam gaya hidup. Kita, terkadang merasakan sangat sibuk dengan agenda-agenda yang mesti dilalui. Rapat, menyusun program, tugas-tugas yang belum terselesaikan, berjumpa orang ini dan itu. 

Adakah semua itu dilalui dengan yakin bahawa ia akan membawa manfaat di kemudian hari? Sayangnya, sedikit sekali kita berfikir bahawa kesibukan-kesibukan tersebut itu sebenarnya benar-benar membawa manfaat bagi diri kita. 

Rasa bosan terhadap program bermanfaat akan menyelimuti kita bilamana kita lebih sukakan masa kita di habiskan untuk perkara sia-sia. rasa bosan itu pula yang menimbulkan berbagai penyakit hinggap di diri kita, yang terkadang menjadikan kita jauh dari Allah. Na’udzubillah.

Bersyukurlah, sampai sekarang, Allah masih beri kita kesempatan untuk ubah itu semua. Allah masih beri kita kesempatan untuk melakukan yang terbaik bagi diri kita dan orang lain. 

Diriwayatkan dari Jabir berkata,”Rasulullah saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni) 

 Jadi, untuk apa kita mesti berfikir berulang kali tentang masa jika kita sumbangkan untuk yang bermanfaat. dan untuk apa pula kita rasa ragu untuk meninggalkannya benda sia-sia? 

bersyukurlah kita disibukkan dengan perkara-perkara bermanfaat. Dari dilalaikan dengan benda lagha.

Ayuh semua. kita pegang dada kita sebentar. Disitulah letak keyakinan dan keraguan muncul disitulah letak seseorang boleh berjaya ataupun hancur. 

Pegang dada itu dan tepuklah, katakan :
“AKU MESTI PRODUKTIF! TIADA MASA UNTUK MAIN-MAIN DENGAN WAKTU YANG ADA! AKU PASTI AKAN SELALU PRODUKTIF! AKU PASTI BOLEH JADI ORANG YANG BANYAK MEMBERIKAN MANFAAT! ALLAH BERSAMAKU!! ALLAHU AKBAR!!”

Dah tiba masanya kita sedar, di mana kegiatan-kegiatan positif yang kita buat akan memberikan manfaat yang begitu besar bagi diri kita di masa depan. 

jadilah insan bermanfaat.
Dengan mempelajari ilmu dan memanfaatkannya di jalan yang betul. I'Allah akan ada kebaikan yang banyak yang dapat kita peroleh. Namun peliharalah niat. Ikhlaskan niat kerana Allah. Fastabiqul khairat. 
 (Jadikan setiap amal kita sebagai saham akhirat )

Usahalah untuk memberi kerana tangan yang di atas lebih baik dari tangan yang dibawah namun ingat juga, tidak dapat memberi melainkan orang yang punya sesuatu untuk memberi. Jadi apa yang kita mampu beri? Usahalah semampu mungkin untuk mampu memberi semampu mungkin. Optimumkan fungsi dan potensi diri.

"Barangsiapa yang meringankan bagi seorang mu'min satu kesusahan di dunia niscaya Allah akan meringankan kesusahannya pada hari kiamat, barangsiapa yang mempermudah kesulitan orang sedang kesulitan niscaya Allah akan mempermudah kesulitannya di dunia dan akhirat, dan barangsiapa yang menutup aib seorang muslim niscaya Allah akan menutup aibnya di dunia dan akhirat, dan Allah akan selalu membantu seorang hamba selama hamba tersebut membantu saudaranya"
(Petikan hadis ke-36 hadis Arbain li Imam Nawawi - sahih)

Bekerjalah dan mudahkan untuk orang lain, jangan susahkan. Dalam muamalat mahupun dakwah kita dituntut untuk memudahkan urusan manusia lainnya selagi urusan itu bukanlah urusan yang bertentangan dengan syariat.


Diriwayatkan dari Jabir berkata,"Rasulullah saw bersabda,’Orang beriman itu bersikap ramah dan tidak ada kebaikan bagi seorang yang tidak bersikap ramah. Dan sebaik-baik manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi manusia.” (HR. Thabrani dan Daruquthni) 

Jadilah manusia yang bermanfaat. Tingkatkan potensi dan fungsi diri untuk menjadi insan yang bermanfaat buat manusia lain. Selain bidang pelajaran, tidak salah kita mencuba bidang lain juga demi menambah pengalaman dan fungsi manfaat kepada orang lain.

Dari Abu Hurairah ra, sabda baginda, "Setiap persendian seseorang harus dikeluarkan sedekahnya setiap hari mulai matahari terbit. Memisahkan (menyelesaikan perkara) antara dua orang (yang berselisih) adalah sedekah. Menolong seseorang naik ke atas kenderaannya atau mengangkat barang-barangnya ke atas kenderaannya adalah sedekah. Berkata yang baik juga termasuk sedekah. Begitu pula setiap langkah berjalan untuk menunaikan solat adalah sedekah. Serta menyingkirkan suatu rintangan dari jalan adalah sedekah" 
(Hadis Arbain li imam Nawawi no 26 - sahih)

Alangkah mudahnya sedekah itu. Setiap perbuatan baik adalah sedekah. Jika kelak kita bekerja bidang komputer pun, cabang kebajikan itu terbuka luas untuk kita gunakan. Cuma adakah kita akan benar-benar menggunakan profesion kita itu untuk kebajikan dan sedekah atau tidak, itu kembali kepada niat masing-masing.

Meninggalkan kebiasaan yang ada memang tidak mudah, bermujahadahlah ~

Percayalah, Allah bersama orang-orang yang sabar, mengerjakan kebajikan.. 



“Hai orang-orang yang beriman, jadikanlah SOLAT dan SABAR sebagai penolongmu, sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang sabar.” (Al-Baqaarah: 153)

No comments:

Post a Comment

(sumber: Buku Memperbaharui Komitmen Dakwah by Muhammad Abduh)

"Meskipun kitalah yang benar, namun janganlah membesar-mebesarkan kelemahan dan kesalahan orang lain."